Tentang Puisi
Adalah kata yang dihujat makna.
Adalah makna yang terpisah dari kelindan doa.
Jatinangor, 2008
Selalu tersesat pulang ke rumah
Kau tak butuh cermin, kekasihku.
Lidahmu sudah menjadi kaca.
Bibirmu bingkainya.
Jatinangor, 2007
Lempar saja kepalaku dengan batu,
jangan yang kecil, yang besar sebongkah.
Jangan takut, aku tidak memegang
kepala untuk dilempar.
Sebab aku bukan cikal bakal,
bukan pula kepala batu.
Jatinangor, 2007
Seandainya kau adalah tawa, izinkan aku menjadi garis senyummu.
Seandainya kau adalah tangis, biarkan aku menjadi bebulir air di matamu.
Seandainya kau adalah mentari, berkicaulah aku di pucuk dahan itu.
Seandainya kau adalah senja, relakan aku menjadi adzan yang
mengantarkanmu pulang ke peraduan.