Hujan
Rinai hujan jatuh menderas.
Memekar membasahi raga.
Bersama butir mutiara.
Membawa elegi hati
yang menuruni lekuk pipi.
Hujan datang lagi.
Setelah sekian lama berlari.
Saat rindu membuncah,
menanti pelangi
di butir akhir.
Hujan sore itu.
Datang memapah duka.
Menggeser duduk sebingkai asa.
Untuk sekedar berteriak
“Dulu...”.
Hujan...
Berhentilah!
Jatinangor, 2007
Memekar membasahi raga.
Bersama butir mutiara.
Membawa elegi hati
yang menuruni lekuk pipi.
Hujan datang lagi.
Setelah sekian lama berlari.
Saat rindu membuncah,
menanti pelangi
di butir akhir.
Hujan sore itu.
Datang memapah duka.
Menggeser duduk sebingkai asa.
Untuk sekedar berteriak
“Dulu...”.
Hujan...
Berhentilah!
Jatinangor, 2007

