Saturday, August 11, 2007

Seandainya

Seandainya kau adalah tawa, izinkan aku menjadi garis senyummu.

Seandainya kau adalah tangis, biarkan aku menjadi bebulir air di matamu.

Seandainya kau adalah mentari, berkicaulah aku di pucuk dahan itu.

Seandainya kau adalah senja, relakan aku menjadi adzan yang

mengantarkanmu pulang ke peraduan.


Jatinangor, 2007

3 Comments:

Blogger always ratna said...

Indah banget puisinya
Sungguh saya tersentuh, sungguh!

9:39 PM  
Anonymous Ken said...

kata yg dipilih sangat manis dan sederhana...

aku suka!

4:18 PM  
Blogger Kayumi said...

cm mo melengkapi aja deh

seandainya kau adalah cinta biarkan aQ yang kau pilih untuk selamanya

Gitu gri??

9:42 PM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home